d) Siapa nampak kemungkaran?

POPe69's picture

Installment 4/9
Q: d) Seperti yang diajukan Junjungan Rasullullah SAW - "Man Roa Mungkaran..."

Answer: Siapa yang nampak kemungkaran… what do we do if we see kemungkaran? I really don’t know if the kemungkaran we see is mungkar for real or just the entertainment of our perception of mungkar (degil, tak ikut cakap).

To ensure the “realness” of anything at all, Allah has provided us with the tool Furqaan (2:185 … AlQuraan sebagai huda (petunjuk, manual, peta, recipe book) bagi manusia dan baiyinat (penjelasan, bukti mengenai petunjuk, yang boleh nampak kat muka bumi ni) dan furqaan (pembeza antara yang haq dan yang batil)…

We are to use this tool. So use it, listen to His Huda (in other words, dengarlah cakap Allah, janganlah jadi orang yang tak dengar cakap), see His Baiyinat (bukalah mata, pandang, tengoklah bukti yang ada di sekeliling kita, dan yang buta mata, gunalah mata hati, mata jiwa, mata apa-apalah, kudis pun ada mata) and furqaan, differentiate the real from the unreal, fake, untruth, lies, kemungkaran. Once the mungkar is, without doubt, real, i.e mungkar to Allah (not to us, our nafsu, our likes and dislikes) then execute for example, part by part, this order/ command/ commandment- “Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan AdDiin mereka sebagai main-main dan senda gurau dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia...” (6:70)

Ensure that we know where we’re grounded, then execute the next part, “…Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quraan itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, kerana perbuatannya sendiri.” (6:70)

And don’t we worry, “…Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafaat selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusan pun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya… (6:70)

We may be just like them, “…Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka, minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran/kedegilan mereka dahulu (6:70).

Unless we choose not to. But then again, “tidak ada paksaan untuk AdDiin sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat…” 2:256. Assalaamu'alaikum.