f) Memadaikah?

POPe69's picture

Installment 6/9

Soalan: f) Memadaikah kita setelah Beriman - Tetapi tidak Allah Uji (Ayat AlQur'an)

Jawapan:
Saya andaikan soalan di atas bertanya, "kita dah beriman ni, bila lagi nak kena test?" atau boleh juga "iman kita ni cukup ke, tak test lagi pun?"

Ada Allah indikasikan ke kepada kita begini, ditest kita “nak buat ke tak?”

3:78 Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebahagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.

Supaya tidak kita digolongkan di dalam pemutar lidah ini, pastikan yang dari sisi Allah itu adalah dari AlKitab, contohnya 29:2 Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?

Bukankah ini juga ujian namanya? Allah test kita, nak baca ke tak, nak share dengan yang lain apa yang Allah kata (bukan apa yang kita kira-kira Allah kata) ke tak? Katakanlah kita ditest seterusnya dengan satu soalan lagi, camana kita bentuk fahaman kita?

Dapatkah kita katakan bahawa fahaman kita hanya dibentuk dengan apa yang Allah kata dan tidak selainnnya (kan kita dah tolak ilah selain Allah)? Bagaimanakah boleh kita katakan “memadai”? Mungkin yang dikatakan memadai boleh dilihat dari
Blog b)
kerana kepercayaan kita boleh dipertingkat dari yang percaya (mukmin) kepada yang benar2 percaya (mukmin yang haq) dan seterusnya yang melaksanakan program = taqwa (muttaqin).

Masing-masing diri tahu apakah peristiwa yang dilaluinya. Cuma ujian Allah akan menghasilkan sesuatu (test result) yang dapat digunakan untuk programNya, sedangkan penghasilan sesuatu yang tidak dapat digunakan untuk programNya mungkin juga boleh dilihat sebagai azab. Apa-apa pun kuncinya ialah pada program = taqwa. Contoh, marilah kita laksanakan perintah berikut:

3:186 Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.

Konsistensi (sabar) dalam melaksanakan program, juga berkisar sekitar pelaksanaan programNya, makanya pada tiap Jumaat itu seolah-olah wajib diperingatkan kepada kita tentang program ini, walau pun ada yang mengatakan “takut”, allahuwa’lam, kita yang kadang2 takut apabila kita diuji terus dengan dihadirkan di hadapan kita, kenyataan (bayinat) ayat 3:78.

Mungkin membuka ruang untuk kita menilai semula (memuhasabah) isipadu iman kita yang sudah melalui ujian? Kerana hanya dengan mengetahui apa yang kita ada aja akan menyiapkan kita untuk mengambil ujian berikutnya, selamat berjaya! Assalaamu’alaikum.